Kamis, 25 Februari 2016

Nauli Bungalow Menyimpan Kenangan

     Perjalanan mengajarkan kita arti sebuah kebesaran,kebesaran sang pencipta yang tiada tara,perjalanan juga menajarkan kita arti sebuah rumah yang sesungguhnya,kenapa?karena setiap perjalanan bukan hanya meninggalkan jejak,tetapi juga meninggalkan rindu yang tertinggal disana.


     Tidak asing lagi ditelinga kita bahwa kemegahan dan keindahan Gunung Rinjani sudah tidak diragukan lagi,bahkan beritanya sudah tersohor ditelinga masyarakat dunia.Yah memang benar Rinjani ini sudah terkenal,mungkin bisa dikatakan sudah Go International kali yah,hehehe.Bagaimana tidak,para pendaki dari berbagai belahan dunia berbondong-bondong untuk meluangkan waktu dan merogoh kocek mereka hanya untuk menikmati pesona yang ditawarkan oleh gunung tertinggi ke-2 di Indonesia ini.Layaknya magnet yang menarik besi,ketika sudah menempel maka sangat sulit terlepas,begitu pula para pendaki ketika sudah berada di Gunung Rinjani maka sangat sulit untuk meninggalkannya.Namun dibalik megahnya Rinjani,tersimpan sejuta keindahan yang terletak disekitarnya,yaitu Nauli Bungalow,sebuah gerbang menuju Gunung Rinjani.


     Nauli Bungalow merupakan sebuah penginapan bergaya modern traditional yang terletak di Desa Sembalun,Kabupaten Lombok Timur,Provinsi NTB.Maksudnya modern traditional?ya karena tempat penginapannya yang berarsitektur tradisional,atap terbuat dari jerami dan seluruh perlengkapan didalamnya terbuat dari bambu,modern karena sebagian ruangan seperti kamar mandi yang menggunakan shower,namun demikian tempat ini sangat nyaman.

Tiba di Nauli Bungalow
     Saya bersama rombongan TW GATHERING  tiba di Nauli Bungalow sekitar jam 23.00 wita,dimana saat itu udara sangat dingin (padahal musim kemarau),hembusan angin menusuk hingga tulang terdalam,mata mulai memperlihatkan sayu nya dan badan sangat letih,mungkin karena keasyikan main-main dipulau seharian kali yah,sampai tak kenal waktu,yaiyalah Lombok indah banget,sangat sayang untuk dilewatkan,bener gak? :D Ternyata suasana dingin menusuk tulang bukan hanya malam itu aja,tapi tiap hari,yaiyalah kan di kaki gunung udah pasti dingin,hadeehh,,hahaha.

     Dengan mata bak bulan sabit serta badan yang menunjukkan kelelahannya,kami menolak tawaran dari mas Teguh yang mengajak kita untuk menikmati api unggun ditengah malam yang dingin dan mencekam ini,rasanya pingin langsung gubrak di tempat tidur aja.Tapi tawaran segelas teh hangat gak boleh ditolak loh yah,itu rezeki anak sholeh,mba Lia pun (pemilik Nauli Bungalow) menawarkan kami segelas teh hangat,tegukkan teh hangat merasuk ketenggorokan ditengah malam yang sunyi dan dingin,nikmatnya puuuooolll.

     Namun sayang seribu sayang,kami tidak bisa memandang meganhnya Gung Rinjani karena sudah malam,hanya sedikit terlihat siluet saja,namun rasa bahwa Rinjani itu indah semakin menghantui perasaan,tidak sabar untuk menunggu esok hari.Tapi alam tidak pernah berdusta,kami disuguhkan oleh karya Tuhan yang lain seperti gemerlap beribu bintang yang menari di atas langit kegelapan,memandangnya dengan secangkir kopi adalah nikmat Tuhan yang tak terhingga.Dan tegukkan teh mengakhiri malam penuh kenangan dan siap pejamkan mata untuk menyambut hari esok yang ceria.

Memandang bukit pergasingan dari Nauli Bungalow
Sumpah nyesek banget,rinjaninya ketutup kabut T_T


Merasakan Kenyamanan Tidur di Nauli Bungalow
      Bermalam di Nauli Bungalow sangat nyam,karena di dalam kamar terdapat bed yang sangat empuk serta bed cover yang sangat hangat,meskipun cuaca di luar sangat dingin,namun di dalam kamar tidak terasa dingin,bahkan hangat.Kamar juga sudah dilengkapi cok (bagi traveler ini wajib ada) untuk mengisi daya btrai hp,kamera,laptop dan sebagainya,terdapat juga kamar mandi yang minimalis namun sangat nyaman (tersedia shower ),selain itu juga kamar mandinya sedikit terbuka dibagian atas sehinbgga kita bisa langsung melihat indahnya Bukit Pergasingan dari kamar mandi,unik kan,gak ada ditempat lain deh,dijamin. :D

     Di luar kamar juga terdapat teras yang disediakan 2 kursi dan 1 meja untuk bersantai sembari memandang Gunung Rinjani dari kejauhan.Benar sekali,dari kursi depan kamar sambil leyeh-leyeh kita bisa langsung lihat Gunung Rinjani braaayyy,sumpah ini keren banget,puas banget berselfie ria dengan background Gunung Rinjani.Tapi sayang,saya gak bisa lihat puncak Rinjani dari kejauhan karena kelamaan bangun (biasa anak bujang),alhasil hanya bisa melihat kabut tebal yang menyelimuti Rinjani,sumpah nyeeesseekk.Karena kelamaan bangun,sampai-sampai ditinggal sama rombongan yang udah berangkat sejak subuh ke Bukit Pergasingan,ini double nyeesseekkk. T_T

Tempat penginaapan di Nauli Bungalow


Penginapan berukuran kecil namun memberikan kenyamanan


Mengakhiri Cerita di Nauli
     Sembari menunggu teman-teman yang mendaki Bukit Pergasingan,kami yang hanya menikmati keindahan sekitar Nauli sempat bercengkrama dengan pemilik Nauli yaitu mba Lia,kalau gak salah sih waktu itu mba Lia bilang bahwa dia kurang tau menau soal asal usul nama Nauli Bungalow,nama itu sudah ada sebelum dia membelinya dari orang lain,namun karena nama tersebut sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat,maka ia mempertahankan nama itu sebagai Nauli Bungalow.

     Akhirnya rombongan pun tiba,belum puas menikmati Nauli Bungalow dan kamipun mau tidak mau harus meninggalkan Nauli,karena masih banyak jadwal yang menunggu di luar sana (alah sok sibuk),ehhehe.Kami segera berpamitan dengan mba Lia dan menutup buku kenangan bersama di Nauli,berharap buku itu kami buka kembali dengan cerita indah lainnya dengan kebersamaan yang luar biasa.

Foto bareng peserta TW GATHERING sebelum melanjutkan perjalanan