Selasa, 10 November 2015

Cerita Dibalik Kokohnya Istana Dalam Loka

     Tepat tanggal 30 Oktober 2015 saya mengikuti kegiatan Lawatan Sejarah Daerah NTB yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB.Acara ini berlangsung mulai tanggal 30 Oktober – 2 November 2015.Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada generasi muda tentang situs-situs peninggalan sejarah yang mulai tak dikenali seiring berjalannya waktu,karena tak dapat dipungkiri bahwa situs peninggalan sejarah seperti ini sangat asing ditelinga masyarakat khususnya generasi muda.Kita seharusnya mengetahui apa yang telah terjadi dimasa lampau,karena kita tidak bisa seperti saat ini tanpa sejarah.Bangsa tanpa sejarah itu bukan bangsa yang sesungguhnya.

     Kegiatan Lawatan Sejarah Daerah NTB ini diikuti oleh peserta dari seluruh daerah yang ada di provinsi NTB,masing-masing daerah terdiri dari 5 peserta,ada yang dari Lombok,Sumbawa,Dompu dan Bima.Seluruh peserta tidak berkumpul saat hari pertama kegiatan berlangsung,hanya tim Sumbawa dan tim Lombok yang berkumpul di Istana Dalam Loka yang berlokasi di pusat kota Sumbawa.Sebenarnya tim dari Lombok sudah mengawali perjalanannya mengunjungi situs peninggalan sejarah seperti Mayura dan Narmada yang ada di pulau Lombok sebelum akhirnya berlayar menuju pulau Sumbawa.Saya sangat senang sekali mengikuti kegiatan ini karena banyak mendapat teman baru dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda,disini kita bisa berbagi pengalaman dan saling mengenal budaya masing-masing.


     Kami peserta dari Sumbawa dan Lombok mengunjungi situs peninggalan sejarah yang konon katanya merupakan rumah panggung terbesar di dunia,wow kan?Iya benar sekali,kami mengunjungi rumah panggung terbesar di dunia yang dinamakan Istana Dalam Loka.Memang sangat pantas peninggalan sejarah ini dinobatkan sebagai rumah panggung terbesar didunia itu dikarenakan ukuran dari rumah adat ini sangat besar.Saya belum tau pasti berapa ukuran dari Istana Dalam Loka ini,tapi kalau dilihat dalamnya itu sangat besar dan luas,anda bisa membayangkannya sendiri betapa besarnya tempat ini,just imagine of it,hehehe.

     Di dalam istana kita berdiskusi ringan dengan bapak Hasanudin yang bekerja di DISPORABUDPAR Kabupaten Sumbawa dan bapak Faisal selaku Kabid Kebudayaan DISPORABUDPAR Provinsi NTB.Dsini  kita banyak sekali mendapatkan ilmu yang mungkin kita belum pernah dapatkan dimanapun,kita diberikan pembekalan mengenai sejarah Kesultanan Sumbawa serta apa yang terjadi di masa lampau,selain itu juga kita diberikan informasi mengenai arti dan makna sudut demi sudut bagian dari Istana Dalam Loka ini.Ini benar-benar pengalaman yang tak terlupakan bagi saya.Bagaimana tidak,untuk tukang jalan seperti saya ini memang sering wara wiri kesuatu tempat,tapi sangat jarang untuk mengunjungi situs peninggalan sejarah seperti ini,padahal mengunjungi situs peninggalan sejarah dapat mengajarkan kita banyak hal,dan merupakan langkah nyata untuk menghargai sebuah sejarah."Hey bagi kalian yang ngaku anak muda,yuuukkk datang ke situs penggilana sejarah,jangan hanya ngandelin pantai aja,hehehe"

     Dari Istana Dalam Loka anda bisa melihat Masjid Agung Nurul Huda tepat dibagian timur Istana,dulu antara masjid dan istana sempat dipisahkan dengan pembatasan jalan raya,namun seiring berjalannya waktu masjid dan istana disatukan lagi sesuai dengan keadaan sebenarnya pada zaman dulu.Masjid ini dibangun pada tahun 1886 oleh Sultan Muhammad Kaharuddin III,dan masjid ini dulunya dimanfaatkan hanya untuk keturunan bangsawan saja,masyarakat biasa tidak bisa memasukinya,namun hingga sekarang masjid dan istana bisa dikunjungi oleh siapa saja,it's free.



Istana Dalam Loka

Foto bersama peserta dari Sumbawa

Diskusi ringan dengan pak Hasanuddin
Masjid Agung Nurul Huda


 Belajar Sejarah di  Istana Dalam Loka
 Istana yang dibangun dalam kurun waktu Sembilan bulan sepuluh hari tersebut (usia bayi dalam kandungan) ditopang 98 tiang dengan 1 “tiang ngantung” sehingga menjadi 99 batang yang berarti symbol asmaul husna dalam ajaran syariat islam.Dalam Loka merupakan sebuah lokasi yang dirancang khusus sebagai pusat pemerintahan yang lengkap yang terdiri dari :
a.Bala Rea
     Bangunan induk sebagai pusat pemerintahan dan tempat tinggal sultan beserta keluarganya.
b.Bala Bulo
     Merupakan bangunan khusus yang biasa digunakan oleh putra-putra sultan maupun putra bangsawan lainnya berkumpul.
c.Lawang Rare (gerbang)
     Terletak diantara Masjid Kesultanan dan Istana Dalam Loka sebagai batas antara rumah Allah dan kekuasan-Nya sebagai Al-Khalik serta Istana Sultan dan kekuasaannya sebagai makhluk.
d.Sarapo Kamutar
     Bangunan khusus sebagai tempat  pelaksanaan upacara adat istana.
e.Alang Aji/Alang Kamutar
     Adalah lumbung padi sebagai tempat penyimpanan perbekalan utama.
f.Jambang Sasir
     Bangunan khusus yang berhubungan dengan kegiatan di dapur.
g.Bale Pamaning
     Tempat mandi khusus bagi sultan /permaisuri dan putra-putri sultan.
h.Sarumung Belo/Karubung
     Sumur dan MCK bagi penghuni istana yang lain maupun tamu istana.
i.Pakatik Kamutar
     Kandang kuda tempat pemeliharaan dan perawatan kuda sultan beserta petinggi Kesultanan Sumbawa.
Tangga menuju lantai atas


Tempat bermain dayang-dayang

Tempat tidur dayang-dayang


Mengenal Lebih Jauh Istana Sultan Sumbawa

       Bukan hanya sampai disitu Lawatan Sejarah yang kami lakukan,masih banyak tempat-tempat dari sudut-sudut istana yang sarat akan makna yang tersirat di dalamnya.Banyak sekali pelajaran yang harus kita ketahui,karena kalau bukan kita siapa lagi? :)
     Pembangunan Istana Dalam Loka dipimpin dan dikoordinir langsung oleh Imam H.Hasyim,Imam Masjid Kedatuan Taliwang.Bahan utama bangunan Istana Dalam Loka menggunakan kayu jati pilihan dari Olat Timung pegunungan Ropang.
     Bangunan Bala Rea yang beratap kembar dan berlantai dua,dewasa ini disebut sebagai Dalam Loka yang terdiri dari bagian bangunan  sebagai berikut :
a.Tete Gasa
     Merupakan tangga naik yamng mengambil konsep pendakian (Samawa: paruak) sebagai simbul bahwa setiap orang yang naik ke istana selalu membungkukkan badan sebagai wujud penghormatan kepada sultan.
b.Paladang
      Teras khusus yang memiliki fungsi antara lain : tempat duduk disebelah timur yang disebut parangin merupakan tempat menunggu jika hendak bertemu sultan.Sedangkan pada bagian sebelah barat (tangke) digunakan untuk menempatkan senjata tajam dan barang-barang lainnya yang tidak diperbolehkan dibawa masuk ke dalam ruang Lunyuk Agung.
c.Lunyuk Agung
     Merupakan ruang utama tempat pertemuan dan perjamuan serta tempat pelaksanaan upacara-upacara kebesaran Kesultanan Sumbawa.

     Dan masih banyak lagi sudut-sudut tempat Istana yang memiliki filosofi yang kuat,sungguh tempat ini banyak sekali menyimpan sejarah didalamnya,saya memandang sudut demi sudut ruangan di Istana Dalam Loka ini,saya merenung dan terlintas difikiran bahwa saya harus mempelajari situs warisan budaya ini,memahami dan memaknai bahwa kita hidup didunia ini karena sejarah,tidak ada satupun orang di dunia ini hidup tanpa sejarah,dan bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki sejarah didalamnya,sejarah yang akan selalu ada hingga akhir waktu.

Tahukah Anda?
     Beberapa tahun yang lalu di dalam Istana dalam Loka ini banyak sekali benda-benda peninggalan kesultanan Sumbawa,namun menurut info yang saya dapat bahwa benda-benda tersebut dipindahkan ke museum di kantor DPRD lama kabupaten Sumbawa.Loh kenapa,bukannya bagus diletakkan di Istana?yah saya juga berfikir seperti itu.Namun seperti kata pak Hasanuddin yang saya ceritakan diawal tadi bahwa Istana Dalam Loka bukanlah sebuah museum melainkan tempat tinggal sultan Sumbawa,selain itu juga benda-benda yang terlalu banyak dan menopang beban yang begitu berat dapat menyebabkan kondisi Istana Dalam Loka itu sendiri akan rusak,bahkan setetes air yang jatuhpun tidak diperbolehkan karena akan menyebabkan kerusakan untuk situs peninggalan sejarah seperti ini.

     Kami peserta dari Sumbawa dan Lombok mengaku antusias dengan kegiatan ini,karena kami sangat senang untuk memahami lebih dalam apa saja yang terjadi dimasa lampau yang mungkin terlupakan oleh generasi muda saat ini.Saya mengerti bahwa kehidupan zaman dulu sarat akan arti dan makna yang mendalam,memikirkan sedetil mungkin ajaran agama yang dianut.So bagi anda yang ngakunya cinta Indonesia,buruan kunjungi situs peninggalan sejarah,cukup yang ada disekitarmu dulu,atau mungkin di daerah lain,jangan sampai kalian menyesal karena sejarah hilang ditelan waktu.

Ini namanya Tete Gasa (tangga naik menuju Istana)
Lantai dua Istana
Ini namanya Lunyuk Agung

Kami bangga berada disini
     "Ingatlah kawan,jangan pernah sedikitpun untuk melupakan sejarah,karena kau berada didunia ini karena sejarah."