Selasa, 10 November 2015

Mengenal Istana Bala Kuning Lebih Dekat

     Dihari yang sama tepat tanggal 30 Oktober 2015 saya dan rekan-rekan tim dari Sumbawa dan Lombok melanjutkan Lawatan Sejarah dengan mengunjungi bangunan bersejarah lainnya yang berada di Kabupaten Sumbawa tepatnya di pusat kota Sumbawa Besar,bangunan ini bernama "Bala Kuning".Dengan mendengar nama Bala Kuning tentu langsung terlintas dibenak kita bahwa bangunan ini pasti berwarna kuning,iya lah kalo warnanya biru berarti bukan Bala Kuning dong,melainkan Bala Biru.Hehehe.

     Jarak antara Istana Dalam Loka dan Istana Bala Kuning sekitar 150 m,kita bisa jalan kaki untuk menuju Istana Bala Kuning dikarenakan jarak yang tidak terlalu jauh,hitung-hitung olahraga lah yah.Naik motor juga lebih cepat dan bisa melihat pusat pertokoan di kota Sumbawa Besar,jalan kaki maupun menggunakan kendaran anda bisa melihat bangunan bersejarah lainnya yaitu Istana Bala Puti dalam perjalana,it's your choice. :)



Mengenal Lebih Jauh Istana Bala Kuning
     Istana Bala Kuning merupakan rumah tinggal bagi Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin III beserta keluarganya.Dibangun pada sebidang tanah berlokasi di samping Istana Bala Batu Ode yang dahulunya merupakan sawah milik sultan.Dibangun pada tahun 1941-1942 (sebelum PD II)

     Istana Bala Kuning ditempati secara resmi oleh Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin III dan keluarganya sekembali beliau dari Makassar sebagai kedua parlemen NIT (Negara Indonesia Timur).Sejak pembangunannya selesai,Istana Bala Kuning sampai dengan tahun 1950 ditempati oleh beberapa pejabat pemerintah pusat yang ditempatkan di Sumbawa.

     Pada tahun 1950 Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin III membangun bagian depan Istana Bala Kuning berbentuk bangunan lengkung untuk mengenang rumah jabatan beliau semasa menjadi ketua parlemen NIT di Makassar.Dewasa ini istana yang terdiri dengan bangunan induk,keputrian,pavilion bersambung dengan ruang makan dan dapur serta sebuah bangunan yang disebut Bale Belo (gudang) dihuni oleh cucu-cucu maupun cicit dari Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin III.

Istana Bala Kuning

Ruang tamu istana
Melihat foto-foto pada masa lampau (maaf agak blur)
Tampak paling atas foto Sultan Sumbawa
Baju perang dari besi yang beratnya mencapai 10 kg

Tahukah Anda?
     Selain sebagai rumah tinggal.Istana Bala Kuning merupakan tempat penyimpanan benda-benda pusaka Kesultanan Sumbawa berupa "Parewa Kamutar" (Lambang Kebesaran Kesultanan, "Parewa Tokal Adat Ode" (piranti upacara kesultanan),pakaian kebesaran,aneka keris dan senjata pusaka,berbagai jenis keramik kuno,piranti makan,foto-foto sejarah dan lainnya,semua benda pusaka tersebut terbuat dari emas dan perak.Namun sayang sekali kita tidak diizinkan untuk melihat benda pusaka tersebut karena kami berkunjung saat waktu malam,menurut kepercayaan Tau Samawa (orang Sumbawa) bahwa tidak boleh mengeluarkan benda pusaka tersebut saat malam hari,saya tidak tahu persis kenapa bisa seperti itu,selain itu juga tidak ada orang khusus yang bertugas untuk mengeluarkan benda pusaka tersebut karena ada penjaga khusus yang bertugas.

Ceret dulu bagus juga yah :D
Tabola: tempat menyimpan makanan
Celengannya unik

Radio klasik yang antik
Ayo tebak artinya apa?

     Setelah Sultan Muhammad Kaharuddin III wafat pada tahun 1975, sempat terjadi kekosongan tahta Kesultanan Sumbawa selama 36 tahun. Baru pada 5 April 2011 melalui musakara rea Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) putra mahkota Sultan Muhammad Kaharuddin III, Daeng Muhammad Abdurrahman Kaharuddin, dinobatkan sebagai Sultan Sumbawa ke-17 dengan gelar Sultan Muhammad Kaharuddin IV. Prosesi penobatan dilangsungkan di Istana Dalam Loka Samawa dan Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar, serta dihadiri oleh lebih dari 17 raja dan sultan di seluruh Indonesia,proses penobatan ini menjadikan Istana Bala Kuning semakin ramai dikunjungi baik oleh tamu pemerintah,para peneliti,maupun wisatawan asing dan domestik.

     Sumbawa banyak sekali menyimpan kekayaan didalamnya,baik itu kekayaan alam maupun kekayaan sejarah.Disini anda bisa mempelajari sejarah lebih dalam dan mengakui bahwa setiap daerah di Indonesia itu kaya akan sejarahnya,termasuk Sumbawa.Belajar sejarah itu asik loh,kita bisa berimajinasi dan berfikir luas sehingga bisa merangsang otak kita untuk lebih bekerja,selain itu kita dapat mempertahankan sejarah karena bisa berbagi pengetahuan kepada teman,adik,kerabat dan lainnya.Oh iya,jika anda berkunjung ke Sumbawa,siapkan kamera dan abadikan setiap moment yang akan menjadi sebuah kenangan yang indah,jangan biarkan kenangan itu berlalu begitu saja. ;)