Jumat, 26 Februari 2016

Mengawali Penjelajahan Dunia Tambang

     Berbicara tentang tambang,pasti yang ada dibenak kita bahwa pertambangan itu hanya pengambilan hasil bumi yang akan berdampak negatif bagi lingkunan,selain itu juga pertambangan dapat mengubah lingkungan sekitar menjadi buruk dengan adanya proses pertambangan ini.Namun benarkah demikian?.Untuk menjawab pertanyaan tersebut,alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk melihat proses pertambangan secara langsung di PT.Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) selama 9 hari mulai tanggal 14-22 Februari 2016.Mendapat kesempatan yang luar biasa itu tentu tidak akan saya sia-siakan karena ini kesempatan yang mungkin tidak datang untuk yang kedua kali.



 Seleksi Tulisan
     Berkunjung ke Batu Hijau untuk melihat proses pertambangan serta merasakan menjadi penambang tentu bukan perkara mudah dan tidak semua orang bisa merasakannya,hanya orang-orang yang mendapat sertifikasi dari Newmont yang bisa menginjakkan kaki di Batu Hijau.Beruntung sekali saya salah satu manusia yang beruntung untuk menginjakkan kaki di Batu Hijau.Lah caranya gimana?yah cukup memainkan jemari anda di atas keyboard untuk merangkai tulisan.Yups,saya bisa berkunjung ke Batu Hijau melalui seleksi tulisan yang bertajuk Sustainable Mining Bootcamp V dengan tema tulisan “Pertambangan dan Pengelolaan Lingkungan”.Sustainable Mining Bootcamp ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekitar dunia tambang kepada masyarakat umum serta memberikan kesempatan merasakan kehidupan masyarakat disekitar tambang.Ada sekitar 500 tulisan yang dikirimkan ke panitia dari berbagai daerah diseluruh Indonesia dan hanya 20 tulisan terpilih yang akan merasakan kehidupan menjadi penambang selama 9 hari di Batu Hijau.Eh tak disangka-sangka tulisan saya yang berjudul  Tambang itu merugikan,kata siapa? berhasil memikat hati dewan juri.Sesuatu banget lah pokoknya,hehehe. :D

     Kalau boleh jujur sih saya nothing to lose aja mengikuti lomba ini,kenapa?saya yang berlatar belakang anak Ekonomi yang jauh dari dunia pertambangan merasa sedikit pesimis,sedikit loh yah gak banyak,kalo banyak gak baik juga,hehe.Pengalaman serta pengetahuan saya tentang dunia tambang menjadi faktor utama saya merasa pesimis,eh ternyata Tuhan masih menyayangi saya dan memberikan saya kesempatan untuk mengenal dunia tambang lebih dekat.Setelah melihat bahwa nama saya tertera diantara peserta yang lolos lainnya,saya langsung jejingkrakan gak jelas,berasa mimpi disiang bolong (sumpah ini gak lebay).Bayangkan dari sekitar 500 tulisan yang masuk ke panitia,tulisan saya salah satunya yang lolos pemirsah,gimana gak senang coba?hehe.Entah apa yang ada difikiran dewan juri mengapa tulisan saya berhasil memikat hati mereka ,mungkin juri memiliki kriteria tersendiri,entahlah hanya juri dan Tuhan yang tau,apalah kita yang hanya manusia biasa,hehehe.

Nama saya urutan 3,hehe


Perjalanan Menuju Lombok
     Kami peserta dari Sumbawa berjumlah tiga orang,2 dari seleksi tulisan dan satu dari Golden Ticket.Namun yang berangkat dari Sumbawa ada empat orang,kami didampingi oleh alumni Bootcamp Batch IV bernama Subhan Azharullah,dialah yang memperkenalkan kami mengenai apa sih Sustainable Mining Bootcamp itu.Oh iya hampir lupa,selain saya peserta dari Sumbawa yang berhasil lolos dari jalur tulisan,ada satu lagi nih namanya mas Aan,tulisan beliau yang berjudul “Meretas Kultur Pesimis di Tengah Komitmen Reklamasi”  juga berhasil memikat hati dewan juri.Alhamdulillah.

     Kami mengawali perjalanan dari Sumbawa Besar tepat tanggal 13 Februari 2016 pukul 10.00 WITA,sehari sebelum acara.Perjalanan kami memakan waktu sekitar 6 jam,dan sekitar jam 17.00 WITA kami tiba di Lombok dengan selamat,saatnya menuju Lombok Garden Hotel untuk leyeh-leyeh (adik lelah),haha..Oh iya,Lombok Garden Hotel juga tempat Kopdar dan Briefing peserta Sustainable Mining Bootcamp V tanggal 14 Februari 2016,disinilah awal mula saya bertemu dengan peserta asal Lombok,Surabaya,Semarang dan Bali,mereka semua seru-seru loh :D.Disini kami menerima penjelasan dari Pak Ruby,Pak Jarot dan Pak Ruli mengenai PT NNT ini (pemanasan dulu lah),sungguh ilmu yang bermanfaat untuk saya sebagai modal utama sebelum menuju petualangan yang sesungguhnya di Batu Hijau.

Peserta Sumbawa dalam perjalanan.
Kopdar dan briefing  dipimpin oleh pak Rubby


Menuju Pelabuhan Benete
     Setelah kurang lebih dua jam menerima materi dari ketiga bpk hebat diatas,selanjutnya kami makan siang dengan peserta Kopdar dan Bootcamp Batch V.Tidak menunggu waktu lama kamipun bergegas untuk mengemasi barang-barang dan siap untuk berangkat ke Pelabuhan Kayangan.Akhirnya setelah memakan waktu kurang lebih dua jam diperjalanan,kami tiba di Pelabuhan Kayangan dengan cuaca yang sangat bersahabat.Terlihat langit Lombok memperihatkan keindahannya,langit biru serta awan putuh terbentang indah lukisan yang kuasa (loh kok malah nyanyi lagu Sherina),hahaha.

     Saatnya menuju tempat pengambilan Boarding Pass dan pemeriksaan barang-barang.Oh iya,Boarding Pass ini harus ada loh jika ingin menyebrangi lautan dengan Jet Tenggara Satu,jikalau tidak ada maka harapan untuk menikmati sensasi diatas jet sirnalah sudah.”Terus kalau sudah menjadi karyawan puluhan tahun kalau kehilangan Boarding Pass tetap gak bisa masuk yah?” ,tetap gak bisa dong,pengamanan disini sangat ketat dan ini demi keselamatan kita bersama.Setelah semuanya selesai,tibalah saatnya saya bertemu dengan peserta JABODETABEK dan Bandung,gak nyangka banget bisa bertemu dengan orang hebat seperti mereka,Alhamdulillah.Perjalanan menggunakan Jet Tenggara Satu memakan waktu sekitar 1 jam menuju Pelabuhan Benete,gila ini pengalaman pertama saya naik Jet,norak banget yah.hahaha.

Kalau gak ada ini,,gak bisa masuk Jet :D

Sebelum berangkat,foto di depan Jet Tenggara Satu dulu :D


Tiba di Benete dan Menuju Town Site
     Bersyukur tiada henti karena kami diberikan keselamatan hingga bisa menginjakkan kaki di Pelabuhan Benete.Tidak menunggu waktu lama,kami segera menuju bis dan menuju Visitor Center Admin 1 Benete.Disini kami diberi pemahaman mengenai Safety Induction,apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Disini juga kami ada pembagian kunci kamar,tiap kamar ada dua orang dan saya sekamar dengan peserta Sumbawa lainnya bernama Satria.Selain itu kami dibagi Safety Gear seperti vest,helmet,kaca mata dan sepatu sesuai ukuran yang sudah kami konfirmasi sebelumnya.Melihat perlengkapan itu jadi gak sabar untuk memakainya serta merasakan bagaimana menjadi penambang yang sebenarnya,(halah) :D

Peserta Bootcamp Batch V
Safety Gear yang harus dipakai dilokasi tambang.

     Semua udah komplit,mulai dari pemahaman Safety Induction hingga Safety Gear.Sebelum berleyeh-leyeh dikamar,kami makan malam dulu di Town Site sekaligus pembagian kelompok Enviro darat dan laut.Makan malam yang dihiasi oleh tawa canda peserta Bootcamp Batch V,sungguh awal yang berkesan untuk saya.Semoga 8 hari kedepan akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.Malam semakin larut menjadi penutup hari untuk menyambut esok hari yang bahagia.

Kartu pengunjung yang siap dibawa kemana-mana,karena di batu hijau uang gak berlaku :D

Kunci kamar selama di Town Site

     Mau tau proses pertambangan seperti apa serta ingin merasakan menjadi penambang yang sebenarnya?ikuti tulisan-tulisan saya berikutnya yah,masih banyak pengalaman Bootcamp yang luar biasa.Salam bootcampers ;)