Kamis, 03 Maret 2016

Dari Batu Menjadi Konsentrat

     Mungkin sebagian besar dari kita masih asing dengan kata Tailing?yaps tentu saja,saya yang notabene bukan dari background pertambangan masih meraba-raba apa sih itu Tailing.Kalau kita ingat dengan kasus Buyat 12 tahun silam,nama Teluk Buyat sempat menjadi pembicaraan publik dunia ketika tuduhan sebagai biang keladi pencemaran laut,tailing juga disebut sebagai penyebab ratusan nelayan keracunan dan menurunnya hasil tangkapan ikan dilaut.

     “Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Tailing?”
     Untuk menjawab dan memberikan pemahaman proses yang terjadi didunia tambang sampai menghasilkan Tailing,inilah kemudian yang membawa PT NNT mengadakan kegiatan yang bertajuk Sustainable Mining Bootcamp untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum mengenai proses produksi tambang secara “buka-bukaan”.


     Melalui kegiatan tersebut,saya salah satu peserta yang lolos dari jalur tulisan berkesempatan untuk meilihat secara langsung proses produksi tambang secara lebih dekat dan transparan (Mining Experience).Melalui kegiatan ini pula para peserta mendapat pengalaman untuk melihat lubang raksasa dengan diameter 2,7km dan kedalaman -240 mdpl serta melihat secara langsung proses pengerukan hingga pengolahan yang pada akhirnya akan menjadi sebuah konsentrat bernilai tinggi yang menyisakan Tailing.Tentu Tailing tidak datang begitu saja bukan,pasti ada proses yang terjadi.Mau tau prosesnya seperti apa?Let’s check it out ;)


Proses Penggerusan Bijih Batu
     Pengolahan bijih batu menjadi konsentrat memerlukan waktu yang cukup panjang,karena untuk mendapatkan hasil konsentrat dengan kandungan emas,perak dan tembaga tidaklah mudah.Namun sebelum saya menjelaskan bagaimana proses pengolahan bijih batu menjadi konsentrat,saya terlebih dahulu menjelaskan apa sih konsentrat itu?.Nah konsentrat adalah mineral berharga yang dipisahkan  dari bijih setelah mengalami pengolahan tertentu.

     Proses awal dari pengolahan bijih batu adalah Crushing dan Grinding untuk pengecilan ukuran partikel,Crushing dan Grinding ini bertujuan untuk membebaskan mineral berharga dari pengotornya (liberation).Crushing dan Grinding melalui beberapa tahap,mulai dari bijih batu dimasukkan ke dalam Primary Crusher,kemudian disalurkan melalui Over Land Conveyor yang berukuran 1,8 m x 6 km dengan kecepatan 4,5 m/s,setelah itu bijih batu dimasukkan kedalam mesin Semi Autogenous (SAG) Mill dan Ball Mill.Setelah keluar dari mesin Ball Mill,partikel halus yang terkandung dalam bubur bijih (menjadi bubur bijih setelah pencampuran dengan air laut yang disalurkan dari laut disekitar area tambang) kemudian dipompa ke seperangkat tangki siklon untuk pemisahan akhir partikel bijih.Bubur bijih halus dari tangki siklon dialirkan kesejumlah sel flotasi untuk diambil kandungan mineral berharganya serta pemisahan konsentrat dan tailing.Oh iya bray,jika ingin masuk ke dalam pabrik Konsentrator,harus menggunakan peralatan lengkap loh ya,kalau gak bisa kena tilang sama bpk penjaga disana (teringat kena tilang di jalanan),haha.

Pabrik konsentrat dari ketinggian.


Mesin Ball Mill
Harus pakai penutup telinga nih,kalau gak bisa budek lah kita :D
Gaya dikit cekreeekk :v


Pemisahan Konsentart dan Tailing
     Pemisahan konsentrat dan tailing ini menggunakan proses fisika,berbeda ketika menggunakan proses kimia yang akan menimbulkan efek-efek berbahaya.Saya berani mengatakan tidak berbahaya karena saya telah membuktikannya sendiri,saya mencoba memegang bubur bijih dalam proses penggelembungan dan ternyata benar bahwa tidak berbahaya buat tangan,yang penting bubur bijihnya jangan dimakan yah,hehehe.Proses flotasi ini memanfaatkan ilmu fisika untuk memisahkan mineral berharga dan mineral tidak berharga di dalam bijih dengan menggunakan gelembung udara dan reagen dalam jumlah kecil.Terdapat dua jenis reagen yang ditambahkan dalam proses flotasi.Jenis pertama  akan mengikat mineral berharga ,sedangkan jenis kedua berfungsi untuk menstabilkan gelembung yang terbentuk oleh proses pengadukan.Gelembung udara yang naik kepermukaan diselimuti oleh mineral berharga yang berbentuk seperti pasir.Lapisan yang terapung dipermukaan inilah yang disebut konsentrat,sedangkan yang mengendap disebut Tailing dan dialirkan kedalam laut.

Ini proses penggelembungan (flotasi)
Kalau ini proses pengairan untuk memisahkan mineral berharga dari pengotornya.

     Selanjutnya konsentrat dikirim ke tangki penghilangan kadar garam.Di dalam tangki ini air laut dibuang dan konsentrat dikentalkan dengan cara mengalirkan air tawar secara berlawanan arah hingga konsentrat mengendap didasar tangki.Konsentrat dialirkan melalui pipa sepanjang 17,6 km menuju fasilitas filtrasi untuk ditampung dalam tangki besar.Selanjutnya kandungan air didalam konsentrat dikurangi yang semula 30% menjadi 9% melalui proses penyaringan menggunakan udara bertekanan dan menghasilkan konsentrat berupa bubuk atau pasir.Konsentrat inilah yang dikirim ke berbagai tempat untuk menjalani pemisahan dan pengambilan logam berharga seperti tembaga,emas dan perak.Produksi akhir dari PT NNT ini adalah konsentart itu tadi,bukan emas batangan loh ya,hehehe :D

Bubur konsentratnya gak berbahaya loh,nih saya pegang :D
Gunung konsentrat yang merupakan produksi akhir PT NNT.






Tailing ditempatkan dimana?
      Tailing mengalir memalui pipa darat sepanjang 6 km dan pipa laut sepanjang 3,4 km dari garis pantai hingga tepi palung laut Teluk Senunu pada kedalaman 125 m.Perlu anda ketahui bahwa Tailing tidak akan tercampur dengan air laut dan mengganggu ekosistem bawah laut,itu dikarenakan masa jenis Tailing dua kali lebih besar dari massa jenis air laut,itulah yang menyebabkan Tailing mengalir secara alami menuruni ngarai laut yang terjal hingga mencapai palung disebelah selatan pulau Sumbawa yang memiliki kedalaman 3.000-4.000 meter dibawah permukaan Samudera Hindia dan mengendap didasarnya.

     Pipa Tailing tersebut terbuat dari baja dan direkatkan dengan karet dengan tujuan agar pipa lebih tahan lama,selain itu juga karet bertujuan agar tidak terjadinya kebocoran pipa.Yang unik disini bahwa untuk mengetahui ada atau tidaknya kebocoran pada pipa,biasanya petugas masuk kedalam pipa raksasa tersebut kemudian meluncur hingga keujung pipa (kayak di waterboom gitu),namun tidak sepanjang km loh yah,namun pipa diputuskan supaya petugasnya gak mati kehabisan napas di dalam pipa.Bhaakksss :v

Pipa tailing yang disalurkan ke Teluk Senunu

     Sistem Penempatan Tailing Laut Dalam (DSTP) telah dirancang dan berfungsi sebagaimana mestinya serta menjadi pilihan terbaik bagi perlindungan lingkungan untuk operasi tambang PT NNT.DSTP ini ditetapkan dalam AMDAL sebagai system penempatan Tailing PT NNT mulai dari beroperasi sampai dengan akhir masa tambang.

     “Jadi menurut anda,penempatan Tailing didasar Teluk Senunu sudah tepat kah?”

Dari Batu Menjadi Konsentrat

     Mungkin sebagian besar dari kita masih asing dengan kata Tailing?yaps tentu saja,saya yang notabene bukan dari background pertambangan masih meraba-raba apa sih itu Tailing.Kalau kita ingat dengan kasus Buyat 12 tahun silam,nama Teluk Buyat sempat menjadi pembicaraan publik dunia ketika tuduhan sebagai biang keladi pencemaran laut,tailing juga disebut sebagai penyebab ratusan nelayan keracunan dan menurunnya hasil tangkapan ikan dilaut.

     “Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Tailing?”
     Untuk menjawab dan memberikan pemahaman proses yang terjadi didunia tambang sampai menghasilkan Tailing,inilah kemudian yang membawa PT NNT mengadakan kegiatan yang bertajuk Sustainable Mining Bootcamp untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum mengenai proses produksi tambang secara “buka-bukaan”.

Sabtu, 27 Februari 2016

Awal Mula Proses Pertambangan

     Menjadi orang awam dalam dunia pertambangan tentu ini menjadi pemacu rasa penasaran saya akan dunia tambang,karena ketidaktahuan akan sesuatu menjadi pembangkit rasa ingin tahu.Dari dulu hingga sebelum mengikuti kegiatan Sustainable Mining Bootcamp V yang ada dibenak saya bahwa pertambangan di PT NNT hanyalah pengambilan logam berharga didalam tanah yang akan diolah menjadi emas,sumpah ini pemikiran orang awam banget (gubrak). Namun setelah saya mengikuti kegiatan Bootcam Batch V,saya lebih mengerti apa yang sebenarnya terjadi didalam pertambangan PT NNT,bagaimana sih proses pertambangan itu dilakukan?anda penasaran pemirsah? let’s check it out ;)


     Secara umum proses pertambangan ada tiga tahapan,yang pertama tahap penggalian,pemuatan dan pengangkutan.Hanya saja untuk melakukan ketiga tahapan tersebut dilakukan persiapan yang harus dilakukan,tentu segala sesuatu yang akan kita lakukan pasti memerlukan yang namanya persiapan bukan?dengan tujuan apa yang kita lakukan mendapatkan hasil yang baik.


Persiapan Proses Penggalian,Pemuatan dan Pengangkutan
     Yang pertama dilakukan oleh PT NNT dalam tahap penggalian adalah pembersihan lahan,pembersihan lahan tersebut dilakukan dengan cara penebangan pohon dan pengupasan tanah penutup sebelum dilakukan langkah selanjutnya.Dari penebangan pohon tersebut akan didapatkan kayu,dan kayu tersebut harus diinventarisasikan secara baik karena hal ini juga akan dilaporkan ke pemerintah mengenai pemakaian kayu ini sendiri.Apa itu inventarisasi?inventarisasi adalah kegiatan untuk mencatat dan menyusun barang-barang yang ada secara benar menurut ketentuan yang berlaku (gak sembarang loh ya).Kemudian setelah kayunya bersih maka tanah penutup dikupas atau diselamatkan terlebih dahulu yang utama untuk kebutuhan kegiatan reklamasi yang berjalan saat itu,tapi ketika jumlah tanah penutup yang diambil lebih banyak dari yang dibutuhkan kegiatan reklamasi,maka akan ditempatkan sementara di soil stockpile.Nanti ketika dibutuhkan kembali maka bisa diambil dari soil stockpile tersebut untuk kebutuhan reklamasi ditahun berikutnya.

     Kemudian setelah soil diambil,hal berikutnya yang dilakukan adalah melakukan pengeboran dan peledakan karena kekerasan batuan yang ada di Batu Hijau ini tidak memungkinkan untuk langsung digali dengan alat gali yang dimiliki jadi harus dilakukan pengeboran dan peledakan terlebih dahulu untuk bisa menghancurkan batuan sehingga nanti bisa dimuat oleh alat muat yang dimiliki oleh PT NNT.Jadi kalau anda berfikir bahwa untuk penggalian menggunakan cangkul petani,itu mustahil,hahaha.

     Kemudian dari pengeboran dan peledakan ini maka diambil sample karena dari kegiatan pengeboran dan peledakan itu akan ada bubuk yang dihasilkan dan dari bubuk tersebut akan diambil sample untuk dianalisa di laboraturium untuk mengetahui kadar dari batuan yang ada di lokasi ini,jadi setelah dianalisis di laboraturium maka akan dikembalikan lagi datanya ke tim geologi,dan mereka akan memproduksi satu gambar dimasing-masing  lokasi itu berupa polygon-polygon yang didalamnya mencantumkan beberapa informasi dari kadar logam kemduian revenew yang bisa didapatkan dan beberapa informasi mengenai karakteristik batuan yang ada disitu,dan itu nantinya dibutuhkan untuk membagi masing-masing  batuan itu berdasarkan jenisnya,jadi kalau batuan itu tidak mengandung mineral yang cukup ekonomis untuk diolah yang dikategorikan sebagai batuan buangan yang akan ditempatkan di Waste Dump,akan tetapi jika batuan tersebut dari hasil analisis bahwa batuan tersebut mengandung mineral berharga maka akan dikategorikan menjadi bijih kadar rendah,kadar menengah dan kadar tinggi.Untuk kadar rendah dan kadar menengah sementara ditempatkan di stockpile untuk diolah ketika supply dari tambang tidak mencukupi pabrik pengolahan.Kemudian untuk bijih kadar tinggi yang didapatkan dari penambangan ini akan dikirim ke pubrik crusher untuk diperkecil ukurannya setelah itu ditransfer menggunakan conveyor ke pabrik pengolahan.


Proses Penggalian dan Pengangkutan
     Kalau berbicara tentang pertambangan,pasti yang ada dibenak kita ada mobil raksasa dengan ban berdiameter jumbo,kemudian alat angkut yang mungkin  bisa menghancurkan rumah anda hanya dalam hitungan detik.Dan semua dugaan itu benar adanya braayyy,alat penggalian dan pengangkut batuan yang ada di Batu Hijau ini sumpah gak bohong gede-gede banget,melihatnya secara langsung udah kayak nonton transformer aja,seketika imajinasi mulai berulah,gimana kalau truck besar itu berubah menjadi robot dan menghancurkan kita kayak batu-batu itu? (halah) -_-.

     Di PT NNT terdapat enam Shovel  P&H 4100 dengan kapasitas 80 ton hanya sekali keruk (wow),ada yang berukuran sedikit lebih kecil yaitu Shovel P&H 2800 sebanyak satu unit,serta Loader Cat 994 sebanyak dua unit.Ternyata bukan hanya itu aja bray,Haul Truck berukuran raksasa juga terdapat banyak disini,ada sekitar 111 Haul Truck 793 bisa anda temukan di Batu Hijau ini yang berkapasitas 240 ton.Tahukah anda bahwa satu ban dari Haul Truck ini seharga 300 juta dan hanya bisa dipakai sekitar 6 bulan saja,busyeeettt itu harga ban atau mau buat rumah bertingkat yah,perasaan ban motor saya hanya berapa puluh ribu aja (pake dibandingkan lagi),hahaha.

Proses penggalian (by google)

Inilah Haul Truck 793 

     Selain alat muat utama berupa Shovel dan Haul Truck tadi,untuk menjaga keberlangsungan pertambangan di Batu Hijau juga ada beberapa peralatan kecil yang lain seperti Excavators Caterpillar 5230 terdapat 1 unit dan Excavators Hitachi 5500 terdapat 2 unit.Kegunaan peralataan seperti Hitachi 5500 ini untuk melakukan walt trimming (gak tau tulisannya) jadi setelah penggalian dan peledakan oleh Shovel tadi karena Shovel besar ini menggalinya tidak bisa secara presisi,Shovel hanya menggali presisi yang lebih kecil dibandingkan menggunakan Excavator Hitachi 5500 ini,namun Shovel memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dari Hitachi 5500.Hitachi digunakan untuk merapihkan dinding hasil dari pekerjaan Shovel besar tersebut.Nah loh jangan remehkan yang kecil yah, (malah curhat) :D



Penimbunan dan “Crusher”
    Setelah melakukan tahap pengontrolan penggalian (saya gak jelasin karena belum terlalu paham),disinilah dapat ditentukan kemana arah dari material-material tersebut.Jadi ketika Shovel menggali material dari jenis wastemaka akan dikirimkan kelokasi penimbunan tongoloka dan east dump,akan tetapi jika ternyata yang diambil itu adalah stockpile dengan kadar rendah dan menengah itu akan ditempatkan sementara di stockpile sejorong dan east dump.Namun jika yang digalih oleh Stovel adalah material yang mengandung High Grid itu akan langsung dikirimkan ke Primary Crusher untuk nanti dikirim ke pabrik pengolahan menggunakan Conveyor.

Miniatur proses penambangan

     Nah itulah proses bagaimana untuk mendapatkan bijih batu yang mengandung mineral berharga yang akan diolah menjadi konsentrat,mohon maaf bila fotonya tidak terlalu detail,solanya gak dapat fotonya,hahaha.Penasaran konsentrat itu seperti apa dan bagaimana cara pengolahannya?tunggu tulisan saya selanjutnya yah ;) (Na Kome Kome = jangan kemana-mana)

Awal Mula Proses Pertambangan

     Menjadi orang awam dalam dunia pertambangan tentu ini menjadi pemacu rasa penasaran saya akan dunia tambang,karena ketidaktahuan akan sesuatu menjadi pembangkit rasa ingin tahu.Dari dulu hingga sebelum mengikuti kegiatan Sustainable Mining Bootcamp V yang ada dibenak saya bahwa pertambangan di PT NNT hanyalah pengambilan logam berharga didalam tanah yang akan diolah menjadi emas,sumpah ini pemikiran orang awam banget (gubrak). Namun setelah saya mengikuti kegiatan Bootcam Batch V,saya lebih mengerti apa yang sebenarnya terjadi didalam pertambangan PT NNT,bagaimana sih proses pertambangan itu dilakukan?anda penasaran pemirsah? let’s check it out ;)

Jumat, 26 Februari 2016

Mengawali Penjelajahan Dunia Tambang

     Berbicara tentang tambang,pasti yang ada dibenak kita bahwa pertambangan itu hanya pengambilan hasil bumi yang akan berdampak negatif bagi lingkunan,selain itu juga pertambangan dapat mengubah lingkungan sekitar menjadi buruk dengan adanya proses pertambangan ini.Namun benarkah demikian?.Untuk menjawab pertanyaan tersebut,alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk melihat proses pertambangan secara langsung di PT.Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) selama 9 hari mulai tanggal 14-22 Februari 2016.Mendapat kesempatan yang luar biasa itu tentu tidak akan saya sia-siakan karena ini kesempatan yang mungkin tidak datang untuk yang kedua kali.



 Seleksi Tulisan
     Berkunjung ke Batu Hijau untuk melihat proses pertambangan serta merasakan menjadi penambang tentu bukan perkara mudah dan tidak semua orang bisa merasakannya,hanya orang-orang yang mendapat sertifikasi dari Newmont yang bisa menginjakkan kaki di Batu Hijau.Beruntung sekali saya salah satu manusia yang beruntung untuk menginjakkan kaki di Batu Hijau.Lah caranya gimana?yah cukup memainkan jemari anda di atas keyboard untuk merangkai tulisan.Yups,saya bisa berkunjung ke Batu Hijau melalui seleksi tulisan yang bertajuk Sustainable Mining Bootcamp V dengan tema tulisan “Pertambangan dan Pengelolaan Lingkungan”.Sustainable Mining Bootcamp ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekitar dunia tambang kepada masyarakat umum serta memberikan kesempatan merasakan kehidupan masyarakat disekitar tambang.Ada sekitar 500 tulisan yang dikirimkan ke panitia dari berbagai daerah diseluruh Indonesia dan hanya 20 tulisan terpilih yang akan merasakan kehidupan menjadi penambang selama 9 hari di Batu Hijau.Eh tak disangka-sangka tulisan saya yang berjudul  Tambang itu merugikan,kata siapa? berhasil memikat hati dewan juri.Sesuatu banget lah pokoknya,hehehe. :D

     Kalau boleh jujur sih saya nothing to lose aja mengikuti lomba ini,kenapa?saya yang berlatar belakang anak Ekonomi yang jauh dari dunia pertambangan merasa sedikit pesimis,sedikit loh yah gak banyak,kalo banyak gak baik juga,hehe.Pengalaman serta pengetahuan saya tentang dunia tambang menjadi faktor utama saya merasa pesimis,eh ternyata Tuhan masih menyayangi saya dan memberikan saya kesempatan untuk mengenal dunia tambang lebih dekat.Setelah melihat bahwa nama saya tertera diantara peserta yang lolos lainnya,saya langsung jejingkrakan gak jelas,berasa mimpi disiang bolong (sumpah ini gak lebay).Bayangkan dari sekitar 500 tulisan yang masuk ke panitia,tulisan saya salah satunya yang lolos pemirsah,gimana gak senang coba?hehe.Entah apa yang ada difikiran dewan juri mengapa tulisan saya berhasil memikat hati mereka ,mungkin juri memiliki kriteria tersendiri,entahlah hanya juri dan Tuhan yang tau,apalah kita yang hanya manusia biasa,hehehe.

Nama saya urutan 3,hehe


Perjalanan Menuju Lombok
     Kami peserta dari Sumbawa berjumlah tiga orang,2 dari seleksi tulisan dan satu dari Golden Ticket.Namun yang berangkat dari Sumbawa ada empat orang,kami didampingi oleh alumni Bootcamp Batch IV bernama Subhan Azharullah,dialah yang memperkenalkan kami mengenai apa sih Sustainable Mining Bootcamp itu.Oh iya hampir lupa,selain saya peserta dari Sumbawa yang berhasil lolos dari jalur tulisan,ada satu lagi nih namanya mas Aan,tulisan beliau yang berjudul “Meretas Kultur Pesimis di Tengah Komitmen Reklamasi”  juga berhasil memikat hati dewan juri.Alhamdulillah.

     Kami mengawali perjalanan dari Sumbawa Besar tepat tanggal 13 Februari 2016 pukul 10.00 WITA,sehari sebelum acara.Perjalanan kami memakan waktu sekitar 6 jam,dan sekitar jam 17.00 WITA kami tiba di Lombok dengan selamat,saatnya menuju Lombok Garden Hotel untuk leyeh-leyeh (adik lelah),haha..Oh iya,Lombok Garden Hotel juga tempat Kopdar dan Briefing peserta Sustainable Mining Bootcamp V tanggal 14 Februari 2016,disinilah awal mula saya bertemu dengan peserta asal Lombok,Surabaya,Semarang dan Bali,mereka semua seru-seru loh :D.Disini kami menerima penjelasan dari Pak Ruby,Pak Jarot dan Pak Ruli mengenai PT NNT ini (pemanasan dulu lah),sungguh ilmu yang bermanfaat untuk saya sebagai modal utama sebelum menuju petualangan yang sesungguhnya di Batu Hijau.

Peserta Sumbawa dalam perjalanan.
Kopdar dan briefing  dipimpin oleh pak Rubby


Menuju Pelabuhan Benete
     Setelah kurang lebih dua jam menerima materi dari ketiga bpk hebat diatas,selanjutnya kami makan siang dengan peserta Kopdar dan Bootcamp Batch V.Tidak menunggu waktu lama kamipun bergegas untuk mengemasi barang-barang dan siap untuk berangkat ke Pelabuhan Kayangan.Akhirnya setelah memakan waktu kurang lebih dua jam diperjalanan,kami tiba di Pelabuhan Kayangan dengan cuaca yang sangat bersahabat.Terlihat langit Lombok memperihatkan keindahannya,langit biru serta awan putuh terbentang indah lukisan yang kuasa (loh kok malah nyanyi lagu Sherina),hahaha.

     Saatnya menuju tempat pengambilan Boarding Pass dan pemeriksaan barang-barang.Oh iya,Boarding Pass ini harus ada loh jika ingin menyebrangi lautan dengan Jet Tenggara Satu,jikalau tidak ada maka harapan untuk menikmati sensasi diatas jet sirnalah sudah.”Terus kalau sudah menjadi karyawan puluhan tahun kalau kehilangan Boarding Pass tetap gak bisa masuk yah?” ,tetap gak bisa dong,pengamanan disini sangat ketat dan ini demi keselamatan kita bersama.Setelah semuanya selesai,tibalah saatnya saya bertemu dengan peserta JABODETABEK dan Bandung,gak nyangka banget bisa bertemu dengan orang hebat seperti mereka,Alhamdulillah.Perjalanan menggunakan Jet Tenggara Satu memakan waktu sekitar 1 jam menuju Pelabuhan Benete,gila ini pengalaman pertama saya naik Jet,norak banget yah.hahaha.

Kalau gak ada ini,,gak bisa masuk Jet :D

Sebelum berangkat,foto di depan Jet Tenggara Satu dulu :D


Tiba di Benete dan Menuju Town Site
     Bersyukur tiada henti karena kami diberikan keselamatan hingga bisa menginjakkan kaki di Pelabuhan Benete.Tidak menunggu waktu lama,kami segera menuju bis dan menuju Visitor Center Admin 1 Benete.Disini kami diberi pemahaman mengenai Safety Induction,apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Disini juga kami ada pembagian kunci kamar,tiap kamar ada dua orang dan saya sekamar dengan peserta Sumbawa lainnya bernama Satria.Selain itu kami dibagi Safety Gear seperti vest,helmet,kaca mata dan sepatu sesuai ukuran yang sudah kami konfirmasi sebelumnya.Melihat perlengkapan itu jadi gak sabar untuk memakainya serta merasakan bagaimana menjadi penambang yang sebenarnya,(halah) :D

Peserta Bootcamp Batch V
Safety Gear yang harus dipakai dilokasi tambang.

     Semua udah komplit,mulai dari pemahaman Safety Induction hingga Safety Gear.Sebelum berleyeh-leyeh dikamar,kami makan malam dulu di Town Site sekaligus pembagian kelompok Enviro darat dan laut.Makan malam yang dihiasi oleh tawa canda peserta Bootcamp Batch V,sungguh awal yang berkesan untuk saya.Semoga 8 hari kedepan akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.Malam semakin larut menjadi penutup hari untuk menyambut esok hari yang bahagia.

Kartu pengunjung yang siap dibawa kemana-mana,karena di batu hijau uang gak berlaku :D

Kunci kamar selama di Town Site

     Mau tau proses pertambangan seperti apa serta ingin merasakan menjadi penambang yang sebenarnya?ikuti tulisan-tulisan saya berikutnya yah,masih banyak pengalaman Bootcamp yang luar biasa.Salam bootcampers ;) 

Mengawali Penjelajahan Dunia Tambang

     Berbicara tentang tambang,pasti yang ada dibenak kita bahwa pertambangan itu hanya pengambilan hasil bumi yang akan berdampak negatif bagi lingkunan,selain itu juga pertambangan dapat mengubah lingkungan sekitar menjadi buruk dengan adanya proses pertambangan ini.Namun benarkah demikian?.Untuk menjawab pertanyaan tersebut,alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk melihat proses pertambangan secara langsung di PT.Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) selama 9 hari mulai tanggal 14-22 Februari 2016.Mendapat kesempatan yang luar biasa itu tentu tidak akan saya sia-siakan karena ini kesempatan yang mungkin tidak datang untuk yang kedua kali.