Kamis, 03 Maret 2016

Dari Batu Menjadi Konsentrat

     Mungkin sebagian besar dari kita masih asing dengan kata Tailing?yaps tentu saja,saya yang notabene bukan dari background pertambangan masih meraba-raba apa sih itu Tailing.Kalau kita ingat dengan kasus Buyat 12 tahun silam,nama Teluk Buyat sempat menjadi pembicaraan publik dunia ketika tuduhan sebagai biang keladi pencemaran laut,tailing juga disebut sebagai penyebab ratusan nelayan keracunan dan menurunnya hasil tangkapan ikan dilaut.

     “Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Tailing?”
     Untuk menjawab dan memberikan pemahaman proses yang terjadi didunia tambang sampai menghasilkan Tailing,inilah kemudian yang membawa PT NNT mengadakan kegiatan yang bertajuk Sustainable Mining Bootcamp untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum mengenai proses produksi tambang secara “buka-bukaan”.


     Melalui kegiatan tersebut,saya salah satu peserta yang lolos dari jalur tulisan berkesempatan untuk meilihat secara langsung proses produksi tambang secara lebih dekat dan transparan (Mining Experience).Melalui kegiatan ini pula para peserta mendapat pengalaman untuk melihat lubang raksasa dengan diameter 2,7km dan kedalaman -240 mdpl serta melihat secara langsung proses pengerukan hingga pengolahan yang pada akhirnya akan menjadi sebuah konsentrat bernilai tinggi yang menyisakan Tailing.Tentu Tailing tidak datang begitu saja bukan,pasti ada proses yang terjadi.Mau tau prosesnya seperti apa?Let’s check it out ;)


Proses Penggerusan Bijih Batu
     Pengolahan bijih batu menjadi konsentrat memerlukan waktu yang cukup panjang,karena untuk mendapatkan hasil konsentrat dengan kandungan emas,perak dan tembaga tidaklah mudah.Namun sebelum saya menjelaskan bagaimana proses pengolahan bijih batu menjadi konsentrat,saya terlebih dahulu menjelaskan apa sih konsentrat itu?.Nah konsentrat adalah mineral berharga yang dipisahkan  dari bijih setelah mengalami pengolahan tertentu.

     Proses awal dari pengolahan bijih batu adalah Crushing dan Grinding untuk pengecilan ukuran partikel,Crushing dan Grinding ini bertujuan untuk membebaskan mineral berharga dari pengotornya (liberation).Crushing dan Grinding melalui beberapa tahap,mulai dari bijih batu dimasukkan ke dalam Primary Crusher,kemudian disalurkan melalui Over Land Conveyor yang berukuran 1,8 m x 6 km dengan kecepatan 4,5 m/s,setelah itu bijih batu dimasukkan kedalam mesin Semi Autogenous (SAG) Mill dan Ball Mill.Setelah keluar dari mesin Ball Mill,partikel halus yang terkandung dalam bubur bijih (menjadi bubur bijih setelah pencampuran dengan air laut yang disalurkan dari laut disekitar area tambang) kemudian dipompa ke seperangkat tangki siklon untuk pemisahan akhir partikel bijih.Bubur bijih halus dari tangki siklon dialirkan kesejumlah sel flotasi untuk diambil kandungan mineral berharganya serta pemisahan konsentrat dan tailing.Oh iya bray,jika ingin masuk ke dalam pabrik Konsentrator,harus menggunakan peralatan lengkap loh ya,kalau gak bisa kena tilang sama bpk penjaga disana (teringat kena tilang di jalanan),haha.

Pabrik konsentrat dari ketinggian.


Mesin Ball Mill
Harus pakai penutup telinga nih,kalau gak bisa budek lah kita :D
Gaya dikit cekreeekk :v


Pemisahan Konsentart dan Tailing
     Pemisahan konsentrat dan tailing ini menggunakan proses fisika,berbeda ketika menggunakan proses kimia yang akan menimbulkan efek-efek berbahaya.Saya berani mengatakan tidak berbahaya karena saya telah membuktikannya sendiri,saya mencoba memegang bubur bijih dalam proses penggelembungan dan ternyata benar bahwa tidak berbahaya buat tangan,yang penting bubur bijihnya jangan dimakan yah,hehehe.Proses flotasi ini memanfaatkan ilmu fisika untuk memisahkan mineral berharga dan mineral tidak berharga di dalam bijih dengan menggunakan gelembung udara dan reagen dalam jumlah kecil.Terdapat dua jenis reagen yang ditambahkan dalam proses flotasi.Jenis pertama  akan mengikat mineral berharga ,sedangkan jenis kedua berfungsi untuk menstabilkan gelembung yang terbentuk oleh proses pengadukan.Gelembung udara yang naik kepermukaan diselimuti oleh mineral berharga yang berbentuk seperti pasir.Lapisan yang terapung dipermukaan inilah yang disebut konsentrat,sedangkan yang mengendap disebut Tailing dan dialirkan kedalam laut.

Ini proses penggelembungan (flotasi)
Kalau ini proses pengairan untuk memisahkan mineral berharga dari pengotornya.

     Selanjutnya konsentrat dikirim ke tangki penghilangan kadar garam.Di dalam tangki ini air laut dibuang dan konsentrat dikentalkan dengan cara mengalirkan air tawar secara berlawanan arah hingga konsentrat mengendap didasar tangki.Konsentrat dialirkan melalui pipa sepanjang 17,6 km menuju fasilitas filtrasi untuk ditampung dalam tangki besar.Selanjutnya kandungan air didalam konsentrat dikurangi yang semula 30% menjadi 9% melalui proses penyaringan menggunakan udara bertekanan dan menghasilkan konsentrat berupa bubuk atau pasir.Konsentrat inilah yang dikirim ke berbagai tempat untuk menjalani pemisahan dan pengambilan logam berharga seperti tembaga,emas dan perak.Produksi akhir dari PT NNT ini adalah konsentart itu tadi,bukan emas batangan loh ya,hehehe :D

Bubur konsentratnya gak berbahaya loh,nih saya pegang :D
Gunung konsentrat yang merupakan produksi akhir PT NNT.






Tailing ditempatkan dimana?
      Tailing mengalir memalui pipa darat sepanjang 6 km dan pipa laut sepanjang 3,4 km dari garis pantai hingga tepi palung laut Teluk Senunu pada kedalaman 125 m.Perlu anda ketahui bahwa Tailing tidak akan tercampur dengan air laut dan mengganggu ekosistem bawah laut,itu dikarenakan masa jenis Tailing dua kali lebih besar dari massa jenis air laut,itulah yang menyebabkan Tailing mengalir secara alami menuruni ngarai laut yang terjal hingga mencapai palung disebelah selatan pulau Sumbawa yang memiliki kedalaman 3.000-4.000 meter dibawah permukaan Samudera Hindia dan mengendap didasarnya.

     Pipa Tailing tersebut terbuat dari baja dan direkatkan dengan karet dengan tujuan agar pipa lebih tahan lama,selain itu juga karet bertujuan agar tidak terjadinya kebocoran pipa.Yang unik disini bahwa untuk mengetahui ada atau tidaknya kebocoran pada pipa,biasanya petugas masuk kedalam pipa raksasa tersebut kemudian meluncur hingga keujung pipa (kayak di waterboom gitu),namun tidak sepanjang km loh yah,namun pipa diputuskan supaya petugasnya gak mati kehabisan napas di dalam pipa.Bhaakksss :v

Pipa tailing yang disalurkan ke Teluk Senunu

     Sistem Penempatan Tailing Laut Dalam (DSTP) telah dirancang dan berfungsi sebagaimana mestinya serta menjadi pilihan terbaik bagi perlindungan lingkungan untuk operasi tambang PT NNT.DSTP ini ditetapkan dalam AMDAL sebagai system penempatan Tailing PT NNT mulai dari beroperasi sampai dengan akhir masa tambang.

     “Jadi menurut anda,penempatan Tailing didasar Teluk Senunu sudah tepat kah?”