Perjalanan kami
para peserta TW GATHERING berawal dari Tanjung Luar.Tanjung Luar merupakan nama
salah satu desa yang berada di Kecamatan Keruak Lombok Timur.Dari Hotel
Prathama (tempat kami menginap) menuju Tanjung Luar butuh waktu sekitar 3
jam.Namun 3 jam bukanlah waktu yang lama
bagi kami,itu karena kami bisa melihat pemandangan Lombok selama perjalanan.
“Di Tanjung Luar kita bisa lihat pelelangan ikan,ada yang jual ikan paus
juga”,ucap mas Hadi (seorang guide kami selama di Lombok.Mendengar penjelasan
mas Hadi membuat saya kaget sekaligus penasaran,yang benar aja ada yang jual
ikan paus?entahlah.Yang pastinya disana banyak nelayan yang melelang ikan
mereka.
Sesampainya di
Tanjung Luar,kami disambut para nelayan yang duduk manis sambil sibuk dengan
ikan mereka masing-masing.Disini ramai sekali dengan nelayan,ramai juga dengan
ikan-ikan yang sudah pasrah menerima nasib mereka terkapar di dalam ember
besar,hahaha.Kebanyakan ikan yang dijual disini adalah ikan tongkol yang super
duper segar ,bahasa kerennya nih fresh from the sea,dijadikan sushi enak kali
ya? (lah emang tongkol bisa dijadikan sushi?),harganya pun murah meriah,satu
ember sekitar 100 ribuan,ikannya banyak,bisa makan bareng sekeluarga
tuh,apalagi sekarang menjelang tahun baru,pas banget buat bakar-bakar.Bagi
ibu-ibu yang pintar nawar,kayaknya keahlian itu jangan dikeluarkan ditempat ini
yah,masa iya harga ikan murah kayak gini masih di tawar (ikannya satu ember
full loh).Ikan-ikan disini ditangkap bukan hanya dari perairan sekitar Tanjung
Luar saja,tapi sampai perairan Sumbawa loh,woooowww kan?
 |
Ini Tanjung Luar-Lombok Timur
|
 |
Ikan yang dijual nelayan:Ikan Tongkol segar |
 |
Menuju kapal untuk menyebrang |
 |
Sebelum berangkat kita narsis dulu :D |
Bonus Anak Sholeh
Sudah cukup
menyaksikan drama para nelayan yang saling bersahutan melelang ikan mereka,kami
langsung bergegas menuju tujuan utama kami yaitu Pantai Pink 1 atau biasa
disebut dengan Tanjung Beloam.Jarak tempuhnya sih hanya sekitar 30 menit
saja,bagi saya ini cukup dekat.Selama perjalanan menuju Pantai Pink 1 kami banyak
sekali mendapatkan bonus perjalanan.Bonusnya apa?Ditengah laut kita dapat melihat tiang listrik yang berbaris rapih yang membelah antara Pulau Marangki dan Pulau Kambing.Pulau Marangki ditempati oleh warga yang menghabiskan sebagian hidupnya disana dan Pulau Kambing tempat penduduk Marangki mengembalakan ternak mereka yaitu kambing,kambing tersebut dilepas begitu saja disana untuk mencari makan.Dibawah tiang listrik yang berbaris rapih itu terdapat jalan yang terbentuk dari tumpukkan pasir secara alami,jalan pasir inilah tempat warga Marangki menyebrang menuju Pulau Kambing.Namun sayang kami tidak dapat melihat jalan pasir di tengah laut tersebut dikarenakan air laut sedang pasang,biasanya kita dapat melihatnya ketika air laut sedang surut ketika pagi dan sore hari.
 |
Jalan pasirnya tidak terlihat |
 |
Terlihat cukup jelas air yang berwarna keputihan,itu adalah jalan pasir yang tergenang air laut |
Selain dapat
bonus tepat pembudidayaan mutiara,kita juga bisa lihat para burung-burung yang
nangkring cantik di rumah kayu kecil di tengah laut,nama burungnya apa
yah,lupa,intinya sih dia pemakan ikan (lah kalau pemakan biji-bijian pasti di
hutan dong,bukan dilaut,haha).Burungnya cantik dan banyak sekali,puas rasanya
bisa melihat burung cantik sebanyak itu ditenga laut.Saat kapal kita mendekati
rumah kayu tadi,mereka seketika terbang secara bersamaan dan itu
wooowww,burung-burung itu mngelilingi kapal kami,tapi sayang seribu sayang
lensa kamera seadanya saja,jadi gak bisa foto terlalu dekat,but I’m so happy
with it. :)
 |
Burungnya lagi nangkring cantik di rumah itu |
 |
Senangnya lihat burung sebanyak ini |
Akhirnya Sampai di Pantai Pink 1.Pantai ini tidak terlalu
luas,tapi asik untuk selfie,wefie ataupun groupfie dengan latar belakang
pulau-pulau cantik dan pasir putih.Waktu kami datang sih pasirnya tidak
terlihat begitu pink,mungkin karena kami perginya saat siang dan lagi
terik-teriknya.Tekstur pasirnya halus dan banyak sekali pecahan karang
disini,kerang yang sudah matipun disini banyak yang jika dimanfaatkan bisa
dijadikan asbak ataupun kerajinan lainnya,sesuai kreativitas anda.Air di Pantai
Pink ini jernih sekali,cocok untuk berenang ataupun berjemur dengan kasur
pelampung,oh iya disini juga terdapat bangunan peninggalan jepang yang katanya
dibangun saat Perang Dunia II,bangunannya tidak terlalu besar,seumuran rumah
kontrakan lah,bangunannya sudah sedikit hancur dan seperti terbakar,terlihat
tidak terawat dan dibiarkan begitu saja.Saran dari saya sih kalau mau kesini
atau ketujuan wisata lainnya harus pakai sunblock yah biar kulit kamu gak
gosong,soalnya cuaca Lombok saat musim kemarau lumayan ekstrim,tapi untuk traveler
seperti kami gak masalah sih.
 |
Kapal bersandar di Pantai Pink 1 |
 |
Terlihat jelas bentuk pantainya dari kejauhan,unik yah. |
 |
Melompat lebih tinggi :D |
 |
Foto bersama :D |
Pantai Pink bukan
hanya satu loh,masih ada satu lagi yang bernama Paintai Pink II yang tak kalah
indahnya.Kamu penasaran?lihat ditulisan selanjutnya yah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar